SDIK Imam An-Nawawi Aceh

  • Home
  • /
  • Nasihat Ramadhan (23) – Murtad

Nasihat Ramadhan (23) – Murtad

Adik-adik rahimakumullah, Alhamdulillah pada Ramadhan yang lalu kita sudah mengenal 29 sifat-sifat terpuji. Pada Bulan Ramadhan ini kita mencoba mengetahui dan menggali tentang sifat- sifat tercela. Dengan harapan, selama Bulan Ramadhan adik-adik semua bisa mengetahui sifat-sifat tercela dan bahaya yang ditimbulkannya. Sehingga kita semua mendapat pahala yang sempurna dibulan yang penuh keberkahan dan ampunan ini.

Sifat tercela adalah sifat yang sangat merugikan diri sendiri maupun orang lain serta bertentangan dengan sunnah nabi dan ajaran Al-Quran. Pada hari ini kita akan mengetahui tentang sifat murtad. Yuk budayakan membaca sampai selesai supaya Allah ‘azza wa jalla memberkahi ilmu kita.

___________________________________________

Islam adalah anugerah yang tiada tara. Satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah ‘azza wa jalla di dunia dan akhirat. Perbuatan seseorang akan diakui bila ia telah memeluk Islam. Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS.Ali-‘Imran: 85)

Amalan selain dari agama islam semuanya tertolak. Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍۢ بِقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰنُ مَاۤءًۗ حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَهٗ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا

“Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatangi air itu, dia tidak mendapati sesuatu pun.” (QS. An-Nur:39)

Suatu ketika ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang seorang dermawan yang hidup di zaman jahiliyyah yang bernama Ibnu Jud’an. Dia sangat gemar menyambung tali silaturahmi dan memberi makan kaum miskin, apakah kebaikan tersebut akan bermanfaat baginya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-pun menjawab,

لاَ يَا عَائِشَةُ ، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا : رَبِّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ يَوْمَ الدِّينِ

“Tidak wahai ‘Aisyah, karena dia tidak pernah sekalipun mengatakan: Rabb-ku ampunilah kesalahan-kesalahanku di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)

Nikmat beragama islam ini harus selalu senantiasa disyukuri, dengan senantiasa menjaganya agar tetap menetap kuat dalam jiwa dan dan selama hidup semangatlah dalam beramal saleh sebanyak mungkin, agar semakin bertambah dan kokoh, serta jangan sampai berkurang apalagi sirna dari diri kita, alias murtad. Na’udzubillah min dzalik.

Orang murtad adalah seorang muslim yang menjadi kafir setelah keislamannya, tanpa ada paksaan, dalam usia tamyiiz (sudah mampu memilah dan memilih perkara, antara yang baik dari yang buruk) serta berakal sehat.

Seorang yang menyatakan kekufuran karena terpaksa, tidak dikategorikan sebagai orang murtad, sebagaimana yang terjadi pada diri Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu yang dipaksa dan disiksa agar mau mengingkari kenabian Rasululah dan mencela Islam. Beliau akhirnya terpaksa menuruti mereka, padahal hatinya tetap yakin akan kebenaran ajaran Rasulullah.

Konsekuensi atau risiko bagi orang yang keluar dari agama islam dan memilih agama lainnya menurut para ulama, yaitu:

  • Amal ibadahnya terhapus;
  • Haknya sebagai seorang Muslim sirna;
  • Haram menikahi seorang Muslimah. Apabila telah menikah, maka otomatis pernikahannya batal;
  • Tidak boleh menjadi wali dalam pernikahan;
  • Tidak mewarisi dan tidak diwarisi hartanya;
  • Jika mati, tidak dishalati, tidak dikafani serta tidak boleh didoakan;
  • Jika mati, tidak boleh dimakamkan di pemakaman muslimin;
  • Jika mati dalam keadaan murtad, tidak boleh dimintakan ampunan baginya;
  • Kaum muslimin memberikan berita buruk ketika melewati kuburnya;
  • Sembelihannya haram bagi kaum muslimin;
  • Persaksiannya ditolak;
  • Tidak boleh memasuki tanah suci (Tanah Haram).

Kemurtadan adalah bencana bagi pelakunya baik di dunia maupun di akhirat, sehingga  setiap muslim harus ekstra berhati-hati darinya, agar tidak terjerumus ke dalamnya. Semoga kita dijauhkan dari bencana seperti ini dan diwafatkan dalam keadaan memegangi akidah Islamiyyah, sehingga kelak dikumpulkan dengan penduduk Jannah. Amin…

Wallahua’lam bisshowab…

Leave Your Comment Here

WhatsApp WhatsApp