Adik-adik rahimakumullah, Alhamdulillah pada Ramadhan yang lalu kita sudah mengenal 29 sifat-sifat terpuji. Pada Bulan Ramadhan ini kita mencoba mengetahui dan menggali tentang sifat- sifat tercela. Dengan harapan, selama Bulan Ramadhan adik-adik semua bisa mengetahui sifat-sifat tercela dan bahaya yang ditimbulkannya. Sehingga kita semua mendapat pahala yang sempurna dibulan yang penuh keberkahan dan ampunan ini.
Sifat tercela adalah sifat yang sangat merugikan diri sendiri maupun orang lain serta bertentangan dengan sunnah nabi dan ajaran Al-Quran. Pada hari ini kita akan mengetahui tentang sifat bermuka masam. Yuk budayakan membaca sampai selesai supaya Allah ‘azza wa jalla memberkahi ilmu kita.
___________________________________________
Bermuka masam adalah salah satu ekspresi wajah yang menunjukkan suasana hati yang tidak menyenangkan. Bermuka masam bukanlah ciri-ciri wajah penghuni surga. Maka jauhilah diri kita dari kebiasaan bermuka masam.
Bermuka masam membuat orang lain menjauhi kita, mereka akan merasakan ketidaksukaan untuk duduk dengan kita, serta berbicara dengan kita. Jangan remehkan wajah ceria untuk saudaramu, karena ada pahala dari Allah. Sebagaimana Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَحْقِرَنَّ منَ المعْرُوفِ شَيْئاً ولوْ أنْ تَلْقَ أَخَاكَ بِوَجْهٍ
“Janganlah meremehkan sesuatu kebaikan walaupun engkau berjumpa dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR.Muslim)
Sebagai makhluk sosial, manusia harus pandai berinteraksi dengan sesamanya. Bertujuan supaya hubungan antara sesama manusia semakin baik dan harmonis, sehingga kehidupan bermasyarakat menjadi teratur dan dunia menjadi terasa lapang.
Coba adik-adik hebat bayangkan, apabila setiap tempat, kita menjumpai orang-orang dengan muka-muka yang sinis, cemberut, garang dan yang semisal, tentu tak sedikit yang akan merasa bahwa dunia menjadi sempit dan kehidupan menjadi tak begitu menyenangkan.
Maka berbahagialah kita, sebagai umat Islam yang memiliki ajaran mulia dan indah. Karena diantara syariat yang diperintahkan oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya kepada kita ialah bermuka manis ketika bertemu dengan sesama. Bahkan ketika bertemu dengan orang yang buta sekalipun. Allah tetap melarang kita untuk bermuka masam. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam QS. ‘Abasa ayat 1-10.
Ibnu Muflih mengatakan, “Seorang muslim wajib membersihkan dirinya dari setiap sifat tercela secara syar’i, secara nalar dan kebiasaan masyarakat, semisal; iri, dengki, pelit, amarah, sombong, angkuh, riya’, menuruti hawa nafsu, berniat jelek, menipu dan menjauhi setiap yang dibenci Allah Ta’ala. Dan apabila engkau duduk di dalam majelis ilmu atau majelis yang lainnya maka duduklah dengan tenang, berwibawa dan sering-seringlah berbicara kepada orang lain dengan rasa gembira dan senang.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah 3/556)
Sifat-sifat baik dan perasaan gembira yang nampak di wajah itu juga menunjukkan apa yang ada di dalam hati berupa rasa cinta dan senang dengan sebuah pertemuan. Ini semua adalah upaya dari orang-orang mukmin menghadirkan sifat-sifat terpuji semata-mata untuk mencari ridho-Nya. Allah ta’ala juga menggambarkan ekspresi wajah penghuni surga dengan rasa senang kaum mukminin, nampak dari pancaran cahaya wajah mereka ketika bertemu dengan Rabb-nya di akhirat. Allah ta’ala berfirman,
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat.” (QS. al-Qiyamah: 22-23)
Adapun manfaat dari muka berseri ialah:
- Membuahkan kecintaan antara kaum muslimin;
- Menghasilkan ketenangan ketika bertemu dengan sesama muslim;
- Bermanfaat dalam memberikan nasihat kepada sesama muslim;
- Mendatangkan ridha Allah subhanahu wa ta’ala; dan
- Meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam.
Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kebaikan adalah sedekah, dan sesungguhnya di antara kebaikan itu ialah engkau berjumpa saudaramu dengan wajah yang berseri-seri, juga menuangkan air dari timbamu untuk bejana saudaramu.” (HR. at-Tirmidzi)
Catatan penting: Praktikkanlah wajah yang manis saat adik-adik berbicara dengan ayah dan bunda sebagai orangtua kita yang Allah pilihkan untuk merawat dan membimbing kita dari kecil hingga dewasa. Karena bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merupakan salah satu diantara bentuk-bentuk uquq (kedurhakaan).
Semoga bermanfaat…
Wallahua’alam bisshowab…






WhatsApp