Adik-adik rahimakumullah, Alhamdulillah pada Ramadhan yang lalu kita sudah mengenal 29 sifat-sifat terpuji. Pada Bulan Ramadhan ini kita mencoba mengetahui dan menggali tentang sifat- sifat tercela. Dengan harapan, selama Bulan Ramadhan adik-adik semua bisa mengetahui sifat-sifat tercela dan bahaya yang ditimbulkannya. Sehingga kita semua mendapat pahala yang sempurna dibulan yang penuh keberkahan dan ampunan ini.
Sifat tercela adalah sifat yang sangat merugikan diri sendiri maupun orang lain serta bertentangan dengan sunnah nabi dan ajaran Al-Quran. Pada hari ini kita akan mengetahui tentang sifat curang. Yuk budayakan membaca sampai selesai supaya Allah ‘azza wa jalla memberkahi ilmu kita.
Perbuatan curang adalah fenomena yang sering terjadi dalam perilaku masyarakat kita saat ini. Hingga bagi sebagian orang yang lemah jiwanya dan lemah imannya, perbuatan curang telah menjadi kebiasaan yang seolah bukan lagi dianggap perbuatan dosa. Hampir dalam semua bentuk interaksi yang dilakukan dengan orang lain, selalu saja dibumbui dengan kecurangan. Padahal jelas ini adalah perbuatan buruk dan tidak terpuji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mencurangi kami, maka ia bukan golongan kami.” Rasulullah juga bersabda, “Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang tidak lagi mempedulikan apa yang didapatkannya, dari yang halal atau dari yang haram.” (HR. Bukhari)
Perbuatan curang terjadi dalam banyak bidang dan dalam bentuk yang beragam, diantaranya:
- Kemimpinan dan kedudukan sering kali disalahgunakan mulai dari awal saat mencalonkan diri sampai sudah menjabat. Kecurangan dan sikap mensia-siakan amanah pada sebagian para pemimpin menjadi hal yang lumrah;
- Berbuat curang dalam jual beli berarti berbuat zalim kepada orang lain dalam urusan hartanya dan memakan harta mereka dengan cara yang batil. Walau pun hanya sedikit, harta yang didapatkan dengan jalan berbohong, menyembunyikan kecacatan, atau mengurangi timbangan adalah harta yang haram. Sudah seharusnya kita menjauhkan diri kita dari harta-harta semacam itu;
- Kecurangan dalam ilmu. Hal ini sangat berbahaya dan memiliki dampak negatif yang cukup besar. Praktek kecurangan dalam ujian, adalah petaka yang menyedihkan dalam dunia pendidikan kita. Pendidikan yang seharusnya berada di garda depan dalam membentuk manusia-manusia yang jujur dan memiliki integritas tinggi, justru diwarnai praktek-praktek tidak terpuji seperti itu; dan
- Perbuatan curang dalam perkataan juga sering terjadi dalam urusan persidangan, seperti memberi kesaksian palsu, menyampaikan informasi-informasi yang tidak sesuai dengan fakta dan hakikatnya di hadapan persidangan dengan maksud menzalimi dan merugikan orang lain.
Akibat dari perbuatan curang, antara lain:
- Orang yang melakukan kecurangan dan orang yang meridhainya akan mendapat dosa;
- Manusia akan membenci orang yang suka berbuat curang dan tidak mau bergaul dengannya;
- Perbuatan curang merupakan perbuatan khianat kepada umat dan sikap mensia-siakan amanah;
Perbuatan curang termasuk salah satu sifat orang-orang munafik; - Perbuatan curang akan menghilangkan keberkahan;
- Perbuatan curang akan melemahkan kepercayaan kaum muslimin;
- Perbuatan curang akan menjadi faktor kegagalan masyarakat dalam semua bidang;
- Melemahkan pencapaian ilmu dan kemampuan;
- Menciptakan permusuhan dan kebencian antar kaum muslimin;
- Mendapatkan harta haram dari cara-cara yang curang; dan
- Terjerumus pada sikap meremehkan pengawasan Allah.
Kecurangan dapat diatasi jika dalam hati masyarakat sudah tertanam dengan kuat nilai-nilai ketauhidan dan keimanan. Kesadaran selalu diawasi oleh Allah akan membuat seseorang tidak akan berani melakukan perbuatan tersebut. Pemahaman terhadap akibat-akibat buruk yang akan menimpa mereka kelak dari perbuatan curang harus terus ditingkatkan. Jika kesadaran ini telah kolektif, maka insya Allah praktek-praktek kecurangan dapat dihilangkan, atau sedikitnya diminimalisir.
Bagi kita yang telah menyadari perbuatan buruk tersebut, menjauhi sahabat atau teman yang suka berbuat curang adalah solusi terbaik, terus berdoa kepada Allah memohon taufiq, selalu mengingat akhirat dan berusahalah melakukan ‘amar makruf nahi munkar sesuai dengan kemampuan dalam rangka merubah keadaan masyarakat menuju yang lebih baik. Sehingga lahirlah pemuda-pemuda yang sholih dan bertaqwa kepada Allah ta’ala yang menjadi pemimpin diatas kebenaran. Semoga pemuda itu adalah anak-anak kita dan anak-anak kaum muslimin masa depan. Aamiin…
Semoga bermanfaat…
Wallahua’alam bisshowab…






WhatsApp