Ramadhan 24: Sopan Santun
Adik-adik rahimakumullah, mari kita mengenal berbagai sifat terpuji selama bulan Ramadhan. Sifat terpuji dapat memudahkan kita dalam melakukan berbagai macam amal sholih. Pada hari ini kita akan mengetahui tentang sifat sopan santun. Yuk budayakan membaca sampai selesai supaya Allah ‘azza wa jalla memberkahi ilmu kita.
___________________________________________
Sopan santun adalah sikap atau perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menghormati dan menghargai orang lain di sekitarnya. Tanpa melihat adanya perbedaan. Sifat ini ditunjukkan kesemua kalangan. Baik yang dijumpai karena perbedaan umur, jenjang sosial, jenjang ekonomi dan perbedaan agama sekalipun. Sopan santun adalah sifat mulia. Seorang muslim sudah seharusnya akrab dengan sifat ini. Karena sopan santun dapat mendatangkan banyak kebaikan bagi sendiri dan orang lain.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh karna itu, sifat sopan santun sangatlah bermanfaat bagi diri sendiri. Sebab, kita dapat berteman dengan banyak orang dan saling mengisi kekurangan dari setiap orang tersebut.
Orang yang sopan santun cenderung lebih dipercayai oleh orang lain dibandingkan orang yang tidak memiliki sopan santun. Sebab, orang yang memiliki sopan santun dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik dan lembut tanpa ada saling menjatuhkan antara keduanya.
Sayangnya tidak sedikit orang yang mengira, bahwa ketika bertambah banyak harta dan keturunan seolah-olah menjadi bukti kebaikan dan sebuah prestasi terbaik untuknya. Padahal hal kondisi itu belum tentulah benar. Karena ketika kita membaca dan menelaah dalam Al-Quran dan Al-Hadis An-Nabawiah Ash-Shahihah, niscaya tidak akan kita temukan sepotong pun ayat dan hadis yang memuji dan menyanjung dunia.
Namun seseorang dinilai mendapat banyaknya kebaikan, itu disebabkan karena semakin bertambah kuantitas dan kualitas ilmu, maka akhlaknyapun semakin baik, semakin rajin ibadah, selalu memperbanyak syukur, semangat dalam mendakwahkan kebaikan dan rutin istighfar kepada Allah ta’ala. Abu Darda’ radiyallahu’anhu menuturkan:
“Kebaikan itu bukan dengan semakin bertambahnya harta dan keturunan. Namun kebaikan adalah semakin santun, bertambah ilmu, menyeru manusia agar beribadah kepada Allah. Jika berbuat baik, Anda memuji Allah. Dan jika berbuat jelek, Anda memohon ampunan Allah.” (Tarikh Dimasyq: 47/158)
Lebih mengkhawatirkan lagi saat ini manusia tidak menjadikan akhlak yang baik sabagai prioritas dalam menjalani kehidupan, sehingga kita bisa mudah mendapati antara sesama muslim mencaci, menfitnah dan melaknat saudaranya tanpa ada tabayun terlebih dahulu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47)
Kalau orang kafir wajar saja keluar kata kotor berupa umpatan jelek karena mereka tak diajarkan sopan santun dalam ajaran mereka. Jadi muslim haruslah pandai membedakan dengan baik mana ajaran dari muslim dan mana yang bukan. Yang membuat orang mulia adalah dengan iman dan akhlak luhurnya. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Beliau bersabda,
ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا و يعرف لعالمنا حقه
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al Jami)
Yuuk adik-adik kita cari tahu apa manfaat dari memiliki sifat sopan santun. Waaah… ternyata ada 6 manfaat dari sifat sopan santun ini lho, diantaranya:
- Mudah dipercayai oleh orang Lain;
- Mudah berteman dengan siapa saja;
- Mudah dalam menuntut ilmu;
- Di cintai oleh Allah dan Rasulullah;
- Memunculkan sifat keberanian;
- Mendatangkan keberkahan ilmu baginya.
Setelah kita mengetahui manfaat dari sopan santun, sekarang mari kita perhatikan bagaimana sopan santunnya para salaf saat mereka belajar bersama guru untuk mengambil ilmu.
Berkata Abdurahman bin Harmalah Al-Aslami:
ما كان إنسان يجترئ على سعيد بن المسيب يسأله عن شيء حتى يستأذنه كما يستأذن الأمير
“Tidaklah sesorang berani bertanya kepada Said bin Musayyib, sampai dia meminta izin, layaknya meminta izin kepada seorang raja.”
Sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu berkata:
كنا جلوساً في المسجد إذ خرج رسول الله فجلس إلينا فكأن على رؤوسنا الطير لا يتكلم أحد منا
“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara.” (HR. Bukhari)
Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata:
مَا وَاللَّهِ اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ وَالشَّافِعِيُّ يَنْظُرُ إِلَيَّ هَيْبَةً لَهُ
“Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan Asy-Syafi’i melihatku karena segan kepadanya.”
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata:
كنت أصفح الورقة بين يدي مالك صفحًا رفيقًا هيبة له لئلا يسمع وقعها
“Dulu aku membolak balikkan kertas di depan Malik dengan sangat lembut karena segan padanya dan supaya dia tak mendengarnya.”
Abu ‘Ubaid Al-Qosim bin Salam berkata:
“Aku tidak pernah sekalipun mengetuk pintu rumah seorang dari guruku, karena Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kalau sekiranya mereka sabar, sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik untuknya.” (QS. Al-Hujurat: 5)
Sungguh mulia akhlak mereka para suri tauladan kaum muslimin, tidaklah heran mengapa mereka menjadi ulama besar di umat ini, sungguh keberkahan ilmu mereka buah dari akhlak mulia terhadap para gurunya.
Tersirat dari perkataan Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa mereka para ulama wajib di perlakukan sesuai dengan haknya. Akhlak serta adab yang baik merupakan kewajiban yang tak boleh dilupakan bagi seorang murid untuk mendapatkan keberkahan ilmu dari ahli ilmu.
Oiya, Bagaimana puasanya adik-adik hari ini? Tetap semangat yaa bersama serial nasehat di pagi hari. Walaupun puasa (bawaanya lemas) tetap harus selalu diiringi dengan sifat-sifat terpuji seperti nasehat hari ini yaitu sopan santun. Marah-marah dan uring-uringannya diganti dengan sifat terpuji saat berbicara dan bersikap. Supaya kita mendapatkan pahala puasa tanpa batas. Selamat berjuang sampai garis finish!
Wallahu a’lam bisshowab…






WhatsApp